Kemiskinan merupakan hal yang sangat memperihatinkan. Bagaimana tidak, kemiskinan membuat hidup sebagian orang menderita. Lalu apakah sebab kemiskinan itu? Kita lihat di beberapa negara seperti Indonesia fan singapura. Tingginya tingkat kemiskinan di suatu negara di hitung dari jumlah pengangguran dan pendapatan perkapita dari penduduk di negara tersebut. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak dengan tingkat pendidikan yang masih rendah. Tidak heran jika jumlah pengangguran pun banyak. Jika di bandingkan dengan negara seperti singapura, Indonesia masih kurang. Hal ini jika di perhatikan terlihat dari rata-rata tingkat pengetahuan dari penduduk di negara tersebut. Kebanyakan daerah-daerah di Indonesia masih terpencil sehingga tidak semua masyarakat Indonesia dapat menikmati pendidikan. Hal terbut kemudian membuat tingkat produktivitas masyarakat Indonesia tidak seperti di negara lain. Tingginya biaya juga merupakan kendala sehingga penduduk Indonesia sulit untuk mengikuti pendidikan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Padahal tidak sedikit orang Indonesia yang berprestasi justru berkembang pesat di negara lain dan membawa keuntungan untuk negara tersebut. Dengan demikian, tingkat pengetahuan dari penduduk suatu negara menentukan tingkat kemiskinan dari suatu negara.
Spirit of socialization
Manusia merupakan makhluk individu yang sangat tergantung dengan keberadaan orang lain. Bagaimana jadinya jika di sekitar kita tidak ada orang? apa yang kita rasakan? Bagaimana dengan tingkah laku kita? Pernahkah anda terkurung sendiri di dalam suatu ruangan tanpa ada orang lain? lalu bedakan saat anda berada di suatu tempat yang sangat ramai, saat anda bertemu dengan orang-orang yang selama ini sangat anda harapkan hadir di hadapan anda? Tentu kita semua bisa merasakan perbedaan dari setiap suasana/keadaan yang terjadi dalam kehidupan kita dan secara tidak sadar itu akan mempengaruhi reaksi tubuh kita. Ketika seorang anak yang dari kecilnya sering di jauhin oleh teman-temannya, jarang bergaul dengan temannya, maka anak tersebut akan tumbuh dalam pola pemikiran yang sangat dramatis dimana ia menganggap dirinya tidak disukai dan menilai dirinya tidak memiliki kelebihan atau sesuatu yang berarti. Dalam proses pertumbuhannya itu, akan membentuk suatu pola sifat dalam kepribadiannya yang membuatnya menjadi tertutup dan tidak bersemangat bahkan di dalam suasana yg ramai sekalipun. Bahkan, untuk orang-orang yang mengalami trauma akan sangat tidak senang ketika berada di tempat yang ramai. Hal ini akan sangat berbeda dengan anak yang sedari kecil memiliki pergaulan yang baik, memiliki teman-teman bermain yang mana sudah sewajarnya untuk usia anak-anak menghabiskan sebagian waktunya dengan bermain. Dengan begitu, anak tersebut akan terlihat bersemangat dan merasa dihargai di lingkungannya. Tidak hanya anak kecil, orang dewasa pun bisa demikian. Memiliki pergaulan dengan beberapa orang yang sangat berbeda kepribadiannya dengan kita dapat mengubah juga pola pikir dan sikap kita. Tapi untuk orang dewasa sangat kecil hal tersebut bisa terjadi kecuali orang tersebut dalam tekanan pikiran. Untuk itulah, kita harus mulai membiasakan memiliki pergaulan yang baik dengan banyak orang, karena ini akan menambah motivasi kita dalam hidup.